PRINCES OF SYIRIA ( BIDADARI DARI SYIRIA )

(KISAH) Ada bidadari turun dari surga, jumlahnya lima, saya lagi sibuk, jadi tidak memperhatikan  hanya menyampaikan kalau nanti malam saja jika ingin bertemu. 
di sampaikan ke saya kalau bidadari ini dari syaidah khadijah, istri rasulullah saw. saya tetap tidak bisa menemui karena lagi sibuk. 
setelah malam baru bisa menemui, dan inilah kisahnya.
setelah malam, lima bidadari ingin bertemu, karena memang sudah saya janjikan saya bisa menemui kalau sudah malam, saya mau bicara pada salah satu saja mewakili lima bidadari lainnya. 
setelah salam ke saya, dan saya jawab salamnya. 
" siapa namanya?" tanyaku. 
" khadijah." jawabnya.
saya kaget, jangan jangan istri rasulullah saw.
" maksudnya ibunda khadijah istri rasulullah saw?" tanyaku.
" bukan, nama saya saja yang sama, saya khadijah dari syiria."  jawabnya.
" oooo saya kira ibunda khadijah."
" bukan, saya dari syiria"
" berarti asalnya manusia?, bukan bidadari yang di ciptakan di surga." 
" saya manusia, meninggal lalu di angkat ke surga, menjadi bidadari surga."
" kapan meninggalnya?"
" sekitar 10 tahun yang lalu."
" berarti belum lama...?"
di manggut.
" bagaimana meninggalnya, sakit atau bagaimana?"
" saya terbunuh, 10 tahun yang lalu."
" maksudnya umur 10 tahun?"
" bukan, 10 tahun yang lalu, saya lagi kuliah, lalu ada tentara isis yang menembaki sekolah kami, lalu saya terkena tembakan, dan meninggal dunia.... ( dia menangis)"
" sudah sudah jangan menangis, bukannya enak sudah di surga?" kataku, dia manggut, dan mengusap air matanya. 
" ya "
" apa masih sakit kena tembaknya?" 
dia menggeleng.
" sudah tidak, ketika sampai di surga sudah tidak sakit lagi."
" bagaimana kehidupan di surga?" 
" ya enak, semua serba ada, tapi kadang bosan." 
" kenapa?"
" di surga tidak ada hp, tidak ada tv kayak di dunia." 
" bukannya di surga banyak teman?"
" ya banyak, tapi tak pada kenal."
" ya kenalan" 
" saya di surga tingkat 4."
" lalu bagaimana kok tau soal saya?"
" saya di ceritai soal kyai."
" di ceritai siapa?" 
" di ceritai oleh ibunda khadijah."
" ibunda khadijah istri rasulullah?"
" iya, beliau selalu mendampingi rasulullah  untuk keliling surga, lalu bercerita pada bidadari di tempat saya tinggal, cerita soal kyai."
" apa yang di ceritakan?"
" kyai itu penguasa alam ghaib, nanti akan menjadi penguasa alam dunia, tidak ada orang di dunia yang seperti kyai, "
" ah mungkin bunda khadijah yang melebih lebihkan, saya hanya orang biasa."
" tidak, memang tidak ada orang yang seperti kyai."
" ya iyalah, saya kan hanya satu, tdk ada saya yang kedua, dan semua orang juga tdk ada yang seperti orang itu, siapapun itu, Allah hanya menciptakan satu."
" bunda khadijah bercerita, kalau kami ingin naik ke tingkatan surga yang lebih tinggi, harus melayani kyai, taat pada kyai, apa benar itu kyai."
" saya gak tau."
" itu cerita bunda khadijah, makanya saya mau melayani kyai, agar saya bisa naik ke surga firdaus, katanya surga firdaus itu lebih enak daripada surga yang saya tempati."
" ya pasti iya, surga yang lebih tinggi tentu lebih enak, jadi mau melayani saya karena ingin surga yang lebih tinggi?"
" tidak, setiap ketemu kami, bunda khadijah selalu bercerita soal kyai, lama lama, saya ingin mengabdi ke kyai, saya membayangkan andai saja saya jadi istri kyai, saya bisa melahirkan anak anak kyai, betapa bahagianya." 
" sebenarnya saya ini orang biasa sebagaimana orang kebanyakan." 
" bunda khadijah bercerita seperti itu tentulah benar."
" jadi sering juga bertemu dengan rasulullah ?" 
" ya sering, cuma saya tidak bisa melihatnya." 
" maksudnya tidak bisa melihatnya.?" 
" rasulullah tubuhnya di selimuti cahaya, jadi saya tidak bisa melihat, hanya melihat cahaya saja." 
" ooo... kalau di sana kegiatan harian apa?" 
" kalau malam kami dzikir surat waqiah, dan sholawat nabi, di pimpin oleh abah." 
" abah? abah siapa? "
" abah syaikh abdul qodir jailani, kami memanggilnya abah." 
" ooo..."
" kamu kan baru sekitar 10 tahun meninggal dunia, dan dulu pernah kuliah?" tanya saya.
" ya... saya juga terbunuh di sekolah." 
" dulu sudah pernah punya pacar?"
" belum, saya belum pernah bergaul dengan lelaki, di tempat saya, pergaulan sangat ketat, perempuan hanya berkumpul dengan perempuan, lelaki kumpul dengan lelaki, perempuan juga pakaiannya tertutup, hanya kelihatan mata saja kalau keluar." 
" berarti belum tau hubungan suami istri.?" 
" tau....sedikit."  jawabnya malu malu. sambil memberi isyarat tangan telunjuk dan jempolnya di dekatkan.
" tau darimana soal hubungan suami istri.?"
" dulu kalau di sekolah, kami sesama perempuan sering membicarakan." 
" apa yang di bicarakan?" 
" ya soal hubungan suami istri."
" la memang sudah pada hubungan suami istri.?"
" ya tidak, tapi teman teman saya pada melihat video." 
" kamu tidak melihat.?" 
" belum pernah.... biar nanti suami saya yang mengajari." 
" kan sekarang sudah meninggal." 
" ya... nanti kyai yang merawani saya.." dia tersenyum malu.
" apa tidak pernah di ceritai kalau di perawani itu sakit?" 
" kata teman teman sih tidak sakit." 
" ya mereka kan tidak pernah merasakan." 
" di video, mereka melihat."
" video itu kan akting." 
" tak taulah...." 
" dulu punya facebook, tau kan facebook.?"
" tau, dan punya, tapi jarang memakai." 
" di dunia ini memang tidak ada orang yang seperti kyai." 
" memang kenapa?"
" di daerah saya banyak syaikh, tapi kok ya tidak ada yang punya tingkatan surga."
" kok tau.?"
" kan dari tempat saya terlihat, hanya cahaya kyai yang melewati tempat kami, tidak ada ulama' dari syiria yang cahayanya melewati kami." 
" setahu saya banyak sekali ulama' dari syiria."
" ya banyak, tapi hanya ulama' sareat saja, oh ya katanya kyai mau mengadakan bazar apa itu."
" ooo memborong pedagang kaki lima.?"
" tak tau, nanti tgl satu muharam, " 
" tau darimana."
" di atas sudah pada membicarakan." 
" apa yang di bicarakan.?"
" katanya kyai mau mengadakan bazar, rasulullah juga akan turun ikut mengadakan bazar, membawa semua anak yatim di surga, juga bidadari surga pada turun, nanti membuat tiruan di atas, jadi di surga ramai persiapan, saya juga ingin lihat."
" ya nanti di lihat saja, " 
" soale dulu di tempat saya di syiria tidak ada." 
" ya mungkin di syiria tidak ada berbagai makanan dan jualan seperti di indonesia." 
" ya,  yang lebih menakutkan saat perang, suasanya mencekam dan menakutkan, bisa saja kapan saja bisa tertembak mati, atau kena bom."
" ya menurut saya juga di sana sudah panas, tapi masih di landa perang, tumbuhan juga tidak banyak yang tumbuh kayak di indonesia." 
" ya tempat kami sangat tidak nyaman, panas, tapi saya kadang rindu teman teman sekolah saya."
" apa mereka tidak ketemu di surga bareng ?"
" tidak, saya juga tidak tau, ada teman akrab saya, saya tidak tau apa dia terkena tembakan seperti saya, tapi kok saya tidak ketemu di surga... bingung..." 
" yang penting kamu kan sudah di surga..." 
" ya tapi saya kadang bosen karena tidak ada hp" 
" dulu suka main hp?"
" ya untuk mengisi waktu ,  apa saya tidak bisa bawa hp ke surga ya kyai?."
" hp kan perlu listrik, perlu profider."
" iya ya di sana gak ada listrik." 
" bolehkan saya mendampingi kyai terus"
" agar bisa main hp?" 
" bukan.... saya merasa damai di dekat kyai." 
" kamu ini dulu cantik tidak..." 
" menurut teman teman, saya gadis tercantik di sekolah."
" gemuk atau kurus."
" berat saya 60 itu gemuk atau kurus.?" 
" kalau tinggi ya kurus, kalau pendek ya gemuk...😆"
" saya tinggi...." 



Popular posts from this blog

ORANG YANG DI HAULI JUTAAN ORANG ITU BELUM TENTU SEORANG WALI.

KISAH YANG ANEH

KISAH KETIKA AYAH SAYA DI AKHIRAT