KISAH DENGAN BIDADARI SURGA YANG BUKAN DI HADIAHKAN KE SAYA.
kisah ini saya dialog dengan bidadari surga tapi dia tidak di hadiahkan ke saya.
ketika saya mau berhubungan dengan bidadari, maka bidadari saling berebut, dan ada salah satu yang di ajukan,
salah satu yang mewakili semua bidadari berkata.
" ini ada salah satu bidadari yang tidak di hadiahkan ke kyai, tapi dia ingin bertemu kyai, apa kyai berkenan?"
" tidak di hadiahkan ke saya, bagaimana bisa turun lalu ingin bertemu saya.?" tanyaku heran.
" nanti kyai tanya saja sendiri."
karena agak sibuk, sampai malam saya belum sempat menemui bidadari itu.
malam sudah larut mungkin jam 2 malam, saya baru selesai kesibukan dan baru menemui bidadari itu.
ketika saya temui, dia kelihatan habis menangis.
setelah menyalami saya, saya bertanya.
" kenapa menangis?" tanyaku.
" saya menangis karena takut, kyai tak jadi menemui saya, jadi saya sedih sekali." jawabnya menjelaskan.
" tidak, saya lagi ada banyak kerjaan, maaf kalau membuatmu menunggu lama."
dia mengusap air matanya.
lalu saya tanya nama.
dan dia menjawab namanya.
" saya dengar kamu tidak salah satu bidadari yang di hadiahkan ke saya, lalu kenapa kamu turun?"
" saya ingin mengabdikan diri kepada kyai, sebagaimana bidadari bidadari lain."
" lalu kamu ini sebelumnya dari bumi, sebagai dulunya manusia atau bidadari yang di cipatakan oleh Allah?"
" saya di ciptakan Allah di atas surga firdaus, dan dulu tinggal di sana."
" lalu bagaimana bisa kenal dan tau saya?"
" saya tau soal kyai dari aisyah, istrinya baginda rasulullah saw, saya pernah tinggal di surga firdaus bersama aisyah, oleh aisyah saya di ceritai, jika ingin dekat dengan rasulullah, datangi orang di bumi yang paling di sayangi rasulullah saw, nanti layani dia, nanti kamu akan dekat dengan rasulullah"
" ooo begitu rupanya, jadi tidak kenal atau tau saya.?"
" tidak."
wah saya sudah terlanjur pede....
" apa tidak pernah melihat saya naik ke atas?"
" saya tidak di perbolehkan melihat lelaki."
" jadi belum tau lelaki sama sekali?"
" belum kyai."
" waduh ngajari dari nol ini...."
" tak papa kyai, saya siap kyai ajari."
" tapi saya banyak di ceritai soal hubungan suami istri oleh aisyah."
" ya praktek sama teori kan beda."
" saya siap kyai."
" apa tidak di kasih tau kalau sakit.?"
" tidak, sakit lo, apa siap meraskan sakit."
" saya siap kyai.....