KISAH MENINGGALNYA SESEORANG YANG MENYERANG SAYA.
saya di kabari jamaah dari jawa timur tentang meninggalnya seseorang yang getol dan selalu memusuhi saya, entah secara terang terangan, atau di belakang dengan lewat santet.
sebenarnya orang ini saya tidak begitu kenal, tapi tak tau sebabnya apa dia memusuhi dan berusaha menyerang saya. dari tahun 2018 sampai sekarang itu rentang waktu yang lama, untuk orang selalu menyerang lewat menebar fitnah kepada saya dan juga menyerang saya lewat dukun dan keilmuan yang dia pelajari.
orangnya masih muda, masih umur 30an tahun, yang saya heran kenapa dia begitu sabar memusuhi saya. selama bertahun tahun memendam rasa benci dan permusuhan. padahal saya tdk kenal dan tidak pernah bersinggungan dengannya, misal ngutang dia gak bayar atau masalah lain.
sampai saat itu, waktu saya sama istri belum tidur, sekitar jam satu malam, ada ledakan di dinding kamar, depan rumah, padahal di dinding kamar depan rumah itu isinya bunga bunga, kok ada ledakan, kan aneh.
" mas dengar ledakan? " tanya istriku yang memang tidur di dekat dinding.
" ya dengar, itu santet." jawabku.
" biar ku tarik" tambahku.
langsung ku tarik, isinya jin, sekaligus ku musnahkan, ku tarik dukun yang ngirim ku hajar mati, dan yang ketarik cuma dua orang dukun.
selesai....
saya tidak berfikir siapa dua orang itu, bagi saya, saya di serang maka saya bunuh, daripada nanti menyerang menyerang lagi, dan malah merepotkan di kemudian hari.
besoknya dapat kabar, bahwa si A mati, saya heran, si A ini yang dulu memusuhi saya di kepolisian, bahkan mau memenjarakan saya sumpahnya.
saya juga tidak tau, kenapa dia sangat membenci saya saat itu.
saya penasaran juga sebab musabab matinya si A ini.
saya panggil malaikat yang menyertainya di akherat. malaikat datang dan salam.
"km malaikat yang menemani si A ini malaikat? " tanya saya.
" ya kyai, " jawab malaikat.
" bagaimana keadaannya?"
" dia di siksa, di pukul sampai hari kiamat."
" kenapa sebab matinya?"
" sakit, yang tau malaikat pencatat amalnya kyai."
lalu saya inisiatif memanggil malaikat pencatat amalnya.
malaikat pencatat amalnya datang, dan salam.
" orang yang km catat amalnya itu meninggal karena apa malaikat?" tanya saya.
" kok kyai tanya sama saya.?" tanya malaikat pencatat amal, tanya balik ke saya.
" kok kamu malah tanya ke saya to malaikat, kamu kan yang tau."
" kan meninggalnya karena pak kyai pukul."
" ooo la saya juga gak lihat lihat siapa yang saya pukul."
" itu karena dia menyerang kyai, llu kyai pukul, jadi mati."
" ooo gitu ceritanya, saya kan tdk pernah punya urusan sama dia, kenapa, apa alasan dia menyerang saya?"
" dia benci dengan kyai, "
" bencinya ke saya itu soal apa? saya kan tdk pernah punya urusan dengan dia, kenal saja tidak."
" ya saya juga tak tau kyai, di catatan saya begitu, saya hanya membaca buku catatan saya, dan tidak ada tertulis alasan dia benci ke kyai."
" dia menyerang sendiri apa menyuruh dukun?"
" saat kematiannya, dia menyerang sendiri, bersama temannya, tidak meyuruh dukun."
" lalu temannya bagaimana nasibnya?"
" ya sama, mati..."
" mati keduanya?"
" ya itu salah mereka sendiri, cari mati matinya sendiri."
" ya sudah malaikat, di lanjutkan tugasnya."
malaikat pergi setelah mengucapkan salam.
kadang kala orang itu hanya bisa di sadarkan dengan kematian, masih hidup selalu melakukan kejahatan, seakan akan tidak akan mati, dan mati baru sadar dan menyesali tapi sudah terlanjur setelah mati di siksa sampai hari kiamat tiba dan setelah kiamat kekal selamanya di neraka.