KHAYALAN DI DATANGI SYAIKH ASNAWI

orang yang tak pernah kemana mana, selalu di rumah, maka ketika akan kemana mana dia akan takut, misal mau ke jakarta memikirkan, bagaimana nanti kalau di jalan di todong orang, di begal, di gendam, kalau misal makan di warung, bagaimana kalau di racun, lalu semua uang di ambil, kan tidak kenal dengan tukang warungnya, atau naik bis lalu di turunkan di jalan di antah brantah, mau pulang tidak tau jalan, atau di godol hantu di bawa ke alam ghaib lebih menakutkan lagi, di alam ghaib malah di penjara kan gak bisa pulang ke alam nyata.
berbagai bayangan dan gambaran dari pikiran sendiri menciutkan nyali untuk pergi ke jakarta. dan kalau dia punya teman ngobrol akan mempengaruhi teman ngobrolnya dengan bayangan yang dia olah sendiri di pikirannya. 
padahal bagi orang yang tiap hari wira wiri jakarta/ luar kota, biasa saja dan tidak ada yang menakutkan, dan untuk ke jakarta ya biasa saja sampai jakarta, dan bukan hal yang mustahil, walau bagi orang yang belum pernah ke jakarta, ke jakarta itu mustahil.

jadi kebanyakan orang juga begitu, dalam beramal, orang mau beramal ketakutan dengan bayangan bayangan yang di buatnya sendiri, sehingga akhirnya tidak beramal dan tidak tau manisnya buah amal. 

seperti orang menanam buah, karena kalau menanam buah takut di makan ulat, takut mati pohonnya, takut di makan hama, dll akhirnya tak pernah menanam buah dan tak pernah panen buah, karena tak pernah berani menanam.

ikhlas itu sampainya langit 70 ke atas  kalau belum langit 70 maka belum akan sampai ke maqom ikhlas, tapi tak akan sampai ke langit 70 jika tidak pernah menginjak langit satu, surga itu di langit 100 ke atas, kalau belum sampai langit 100 maka amal belum akan sampai surga, dan tak akan sampai langit 100 kalau langit satu saja tak di injak, orang itu kalau beramal melulu hanya sareat saja maka tak akan sampai langit satu, langit itu bisa di capai dengan amal hakikat, jadi kalau tak pernah menjalankan hakikat, maka tidak akan pernah punya langit, apalagi sampai punya keikhlasan, dan amal sampai surga. 

sampai sini, semoga paham urutan urutannya. 
suatu kali syaikh asnawi menemui saya, selesai saya melakukan sedekah sawer ( uang di sebar, dan orang berebut, sawer beli sepeda ontel )
setelah salam dan saya jawab.beliau bertanya.
" ada apa kyai kok rame rame...?" tanya beliau.
" ini habis sawer, karena beli sepeda "jawab saya.
" pantesan..."
" kenapa syaikh?"
" saya turun karena di surga rame sekali."
" rame kenapa syaikh.?"
" rame anak anak yatim di sana pada rebutan uang yang jatuh dari atas, kayak hujan uang, dan saya ikuti sumbernya ternyata dari kyai."
" ooo jadi di surga juga terjadi hujan uang?"
" ya setiap kyai sawer, di surga jadi hujan uang."
" lalu di pakai apa syaikh uangnya oleh anak yatim di sana?"
" ya di pakai mainan."
" wah baru tau saya ada kejadian seperti itu."
" ini saya sekalian kangen sama kyai, jadi mau melihat kyai."
" ooo ya syaikh, monggo di lihat, gratis..."
" wah kyai bisa saja, kapan ke tempat saya di banten?"
" belum tau syaikh, ini di bumi juga masih keadaan seperti ini, keman mana di larang."
" ya kalau bisa kalau ke banten main ke tempat saya. saya kangen sekali dengan kyai."
" ya insaAllah syaikh,"
lalu setelah beliua puas melihat saya  beliau pamitan sambit mengecup kepala saya. 

Popular posts from this blog

ORANG YANG DI HAULI JUTAAN ORANG ITU BELUM TENTU SEORANG WALI.

KISAH YANG ANEH

KISAH KETIKA AYAH SAYA DI AKHIRAT