KISAH HAYALAN DI DATANGI SYAIKH ABDUL QODIR
Syaikh abdul qodir aljailani sebagai guru saya, beliau paling aktif dalam mendatangi saya, seperti biasa beliau datang, setelah salam beliau bertanya. ini terjadi sudah dua mingguan yg lalu, saat tulisan ini saya buat.
" kemaren itu berdoa soal apa khyai, saya lihat di ijabah sama Allah.?"
" kemaren, kemaren doa apa ya, oo kalau tidak salah doa soal corona, agar di angkat dari indonesia," jawab saya
" apa tidak terlalu cepat kamu berdoa minta ke Allah?"
" ya kalau berlarut larut kasihan rakyat kecil susah cari makan syaikh."
" tapi orang banyak yang maksiat, belum pada sadar."
" ya kalau melihat orang yang maksiat, gak ada habisnya, sedikit banyak pasti karena corona banyak orang yang di sadarkan, juga kalau saya tidak meminta di angkat sama Allah, saya sendiri juga kan kena serangan corona."
" tapi kyai kan sudah rasulullah saw obati, apa belum sembuh."
" kalau coronanya sudah sembuh syaikh, tapi efek yang di timbulkan di badan saya masih kerasa, kayak nafas masih suka sesak, ngos ngosan, kayak paru paru penuh air rasanya."
" itu efek di badan sembuhnya perlahan kyai, yang penting sekarang kyai sudah bebas, "
" tapi banyak juga corona yang di pakai dukun santet untuk di kirimkan, makanya saya doa agar corona di angkat dari bumi nusantara ini."
" ya semua terserah kyai saja, sebab kyai yang menanggung sekarang."
" ya trimakasih selalu bimbingannya syaikh."
" itu sudah kewajiban saya kyai, kyai juga murid kesayangan saya, tidak ada yang saya sayangi melebihi kyai "
" ya saya merasa, dan sangat berterimakasih syaikh, saya yang orang biasa."
" jangan tidur saja... di lanjutkan tugas dzikirnya."
" ya saya tidur karena ingin segera sehat, jadi saya banyak istirahat."
" oh ya saya mau tanya, soal tanah."
" tanah yg mana?"
" tanah yg akan di berikan ke saya."
" ooo soal itu, saya sudah lama mengikuti, saya lihat tanah itu akan di berikan ke kyai."
" apakah baik jika tanah itu saya jual lalu saya pakai uangnya untuk membangun majlis?"
" kalau sudah jadi miliknya kyai, maka itu terserah kyai gunakan apa."
" kalau tanah itu jadi milik saya, ya mungkin akan mudah membangun majlis."
" lalu ?" tanya syaikh.
" tanah itu masih bermasalah, bisa jadi tidak akan jadi milik saya, sebab masalahnya dengan pemerintah daerah.
" di dunia ini, apa yang sudah di tetapkan Allah jadi milik kita, maka akan jadi milik kita, begitu juga apa yang di tetapkan Allah bukan milik kita, maka tak akan jadi milikkita, jadi tidak usah memikirkan, kalau itu memang milik kyai, maka akan jadi milik kyai, jika tidak milik kyai maka tak akan jadi milik kyai, jadi untuk apa memikirkan milik orang lain, serahkan saja pada Allah"
" benar syaikh, saya juga berpikiran begitu"